Selasa, 25 Januari 2011

BAB 4. WARGA NEGARA DAN NEGARA

1 . HUKUM,NEGARA,DAN PEMERINTAHAN

Ciri – ciri hukum sbb:
-          Adanya perintah dan larangan
-          Perintah dan larangan itu harus dipatuhi setiap orang
-          Memiliki sangsi dan hukuman yang tegas
Sumber – sumber hukum dapat di tinjau dari segi formal dan tidak formal
Sumber formal diantaranya:
1.     Undang – undang ( Statute )
2.     Kebiasaan ( Costum )
3.     Keputusan – keputusan hakim (Yurissprudensi )
4.     Traktat ( Treaty )
5.     Pendapat sarjana hukum
B . NEGARA
Merupakan alat dari rakyat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat,sifat – sifat negara dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu :
1.     Memaksa
2.     Monopoli
3.     Mencakup semuanya
C . PEMERINTAHAN
Pemerintahan adalah unsur yang paling penting , tanpa pemerintah maka negara tidak ada yang mengaturnya, maka dapat dikatakan bila suatu negara tidak mempunyai pemerintahan maka negara tersebut akan kacau.
Unsur penting yang lainnya adalah rakyat, jika rakyat tidak ada maka negara itu hanya angan – angan saja . rakyat dalam suatu negara meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan negara tersebut dan wajib tunduk pada kekuasaan negara tersebut dan peraturan perundang – undangan yang telah ditetapkan negara tersebut.
Pelapisan masyarakat = perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).
Terjadinya pelapisan sosial dapat diidentisifikasi menjadi:
-          Terjadi dengan sendirinya = terjadi secara alamiah dan bukan ada unsur    
    Kesengajaan.
-          Terjadi dengan disengaja, dalam sistem ini terdapat 2 sistem yaitu:


1.     Sistem fungsional
Pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus berkerjasama dalam kedudukan yang sederajat.
2.     Sistem saklar
Pembagian kekuasaan menurut tangga/ jenjang dari atas (vertikal)
Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup, dibagi mejadi 5 tingkatan yaitu:
-          Kasta brahman  = golongan pendeta dan merupakan golongan tertinggi
-          Kasta ksatria       = golongan bangsawan dan tentara
-          Kasta waisya      = golongan pedagang
-          Kasta sudra         = golongan rakyat jelata
-          Paria                     = golongan yang tidak mempunyai kasta seperti :gelandangan.
Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
-          Dimana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada dibawahnya atau naik ke lapisan yang diatasnya.
Dapat kita simpulkan bahwa ukuran yang biasanya dipakai untuk menggolongkan anggota masarakat kedalam lapisan-lapisan sosial adalah:
1.     Ukuran kekayaan
2.     Ukuran kekuasaan
3.     Ukuran kehormatan, dan
4.     Ukuran ilmu pengetahuan
Elite = sekelompok masyarakat yang mempunyai/menempati kedudukan tinggi.
Massa = suatu pengelompokan kolektif lain yang eleenter dan spontan.
Penghitungan pendapatan dapat didapat dari beberapa sumber seperti:
-          Sewa tanah                               - Bunga modal
-          Laba pengusaha                                  - upah



BAB 3 . PEMUDA DAN SOSIALISAS

1.INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Masa remaja merupakan masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka berasa dalam anomi(keadaan tanpa norma dan hukum) yang berakibat terjadinya penyimpangan atau kecendrungan melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu bimbingan orang tua sangat diperlukan untuk mensuport para remaja kearah yang positif.
2 . PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Pembinaan sangat diperlukan untuk pengembangan generasi muda pola dasar pembinaan dan penggembangan disusun berlandaskan:
            1 . landasan idiil                             : pancasila
            2 . landasan konstitusional          : UUD 1945
            3 . landasan strategi                      : garis – garis besar haluan negara
            4 . landasan histori                        : sumpah pemuda 1928  dan proklamasi
                                                                          Kemerdekaan 17 agustus 1945

            5 . landasan normatif                    : etika, tata nilai dan tradisi luhur yang
                                                                          Hidup dalam masyarakat
1)       Potensi-potensi Generasi Muda / Pemuda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a)   Idealisme dan daya kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada.
b)  Dinamika dan kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda.
c)   Keberanian mengambil resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal.
d)  Optimis dan kegairahan semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat.
e)   Sikap kemandirian dan disiplin murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.
f)    Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh generasi muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g)  Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita.
h)  Patriotisme dan nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan dan turut serta memiliki bangsa dan negara di kalangan generasi muda.
i)     Sikap kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
j)     Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional.


BAB 2 . INDIVIDU, KELUARGA, DAN KEBUDAYAAN


1.     Pengertian individu
Individu dalam bahasa latin “individuum” artinya “yang tak terbagi”
b. faktor yang mempengaruh pertumbuhan dibagi menjadi tiga :
      -           pendirian nativistik
      -           pendirian empiristik dan environmentalistik
      -           pendirian konvergensi daan interaksionisme
C . tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi di bagi menjadi :
a.      Masa vital
b.     Masa estetik
c.      Masa intelektual (masa keserasian bersekolah)
d.     Masa remaja , pada masa ini si bagi menjadi menjadi 3 yaitu:
-          Masa pra remaja
-          Masa remaja
-          Masa usia mahasiswa (masa remaja akhir )
Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat sedangkan masyarakat adalah setiap kumpulan individu yang telah cukup lama hidup dan berkerjasama dalam waktu lama.
1)       Unsur-unsur Desa
Ada 3 unsur desa yaitu : Penduduk, Daerah dan tata kehidupan. Ketiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan.
2)       Fungsi Desa
a.   Dalam hubungannya dengan kota.
b.   Desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi.
c.    Dari segi kegiatan kerja.

Desa merupakan komponen terpenting dari sistem pemerintahan yang dapat menunjang tersedianya kelengkapan, akurasi dan semua hal yang berhubungan dengan seluruh sistem fundamental data kependudukan.
   Ciri – ciri masyarakat perdesaan dapat disimpulkan sbb:
1.     Homogenitas sosial
2.     Hubungan primer
3.     Kontrol sosial yang ketat
4.     Gotong royong
5.     Ikatan sosial
6.     Magis religius
7.     Pola kehidupan

URBANISASI DAN URBANISME
Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal mana tergantung daripada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut terjadi dengan menyangkut dua aspek, yaitu :
·           Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
·          Pertambahan penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan kota )
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnyapenduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.

BAB 1. PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

A.     PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, mendorong aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik dll.
Berbeda dengan mahluk lainnya manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya, manusia dapat mengembangkan dan memanfaatkan akal budinya. Sehingga manusia dapat mengubah cara pikir mereka dalam kehidupan masyarakat mereka agar menjadi lebih baik.
      B. PERTUMBUHAN PENDUDUK
            pertumbuhan penduduk merupakan faktor yang peting dalam kehidupan sosial,    disamping itu jika pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi maka akan menimbulkan masalah – masalah, seperti, bertambahnya angka pengganguran, semakin meningkatnya angka kemiskinan , dsb.
1.kematian
- tingkat kematian kasar
Tingkat kematian khusus ( Age Spesific Death Rate
2 . Fertilitas (Kelahiran)
3 . Migrasi
Teori john clark mangatakan
-          Pertumbuhan penduduk dikatakan cepat bila golongan umur 0  -14 tahun lebih dari 40% dari golongan 60 tahun dan lebih sama atau kurang dari 10%
Untuk mengetahui cepat lambatnya pertumbuhan penduduk maka di gunakan berbagai struktur diantaranya :
1.     Piramida penduduk muda
2.     Piramida stationer
3.     Piramida penduduk tua
4.     Rasio ketergantungan (dependency of ratio)
Penggolongan umur penduduk dalam kelompok produktif dibagi menjadi:
-          Pengolongan menurut DW Sleumer:
0-14 golongan belum produktif
15-19 golongan kurang produktif penuh
20—54 golongan produtif
>65 golongan inproduktif

Jumat, 05 November 2010

Kemacetan di Jakarta



Kemacetan di Jakarta

            Kita sudah tidak asing lagi mendengar yang namanya macet di jakarta, kemacetan di jakarta sudah seperti makan sehari-hari penduduk jakarta. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Lalu-lintas merupakan masalah penting di Jakarta karena lalu-lintas adalah sarana untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, apabila lalu lintas terganggu atau terjadi kemacetan maka mobilitas penduduk juga akan mengalami gangguan. Terkadang-kadang ada mobil yang main lewat padahal bukan waktunya untuk lewat, hal ini menyebabkan kemacetan. Saat ini lalu-lintas jakarta yang macet merupakan masalah sehari-hari warga Jakarta. Hal ini terjadi karena pertumbuhan jalan dan pertambahan jumlah kendaraan bermotor tidak seimbang sehingga membuat lalu-lintas Jakarta macet.

            Berikut adalah penyebab-penyebab terjadinya kemacetan panjang di jakarta :
·                                                  -      Banyaknya warga jakarta yang tidak sabar menunggu giliran untuk lewat di lampu lalu lintas
·                                                  -      Terjadinya banjir yang menghalangi jalannya kendaraan
·                                                  -      Banyaknya kendaraan beroda dua
·                                                 -   Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
·                                                 -   Terjadi kecelakaan lalu-lintas sehingga terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat  yang               menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan    dari jalur lalu lintas
·                                                -   Ada perbaikan jalan
·                                                 -       Terjadinya bencana alam seperti longsor
·                                                 -       Banyaknya kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum


   Jadi, Dapat disimpulkan bahwa kemacetan membuat waktu terbuang karena kecepatan perjalanan yang rendah, membuat boros akan energi / bahan bakar, membuat mesin kendaraan menjadi panas dan dapat menyebabkan kerusakan terhadap kendaraan tersebut, membuat supir/pengendara mengalami stress karena lama menunggu giliran jalan, dan masih banyak hal-hal negatif dari kemacetan itu sendiri.




Berikut ini adalah solusi untuk menghadapi kemacetan yang ada di jakarta :
·         Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
·         Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
·         Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
·         Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
·         Mengembangkan transport sistem
·         Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
·         Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway
·         Naik kendaraan yang tidak dapat mengalami kemacetan seperti kereta (Terkecuali apabila ada kecelakaan)

Jadi dalam kejadian ini yang harus bertindak adalah pemerintah jakarta, Pemerintah harus memperlebar jalan bukan memperlebar gedung dan bangunan-bangunan lain supaya terhindar dari macet. Dan untuk warga jakarta di upayakan menaiki kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi, khususnya kendaraan beroda dua. Di jakarta sudah di falitasi dengan kendaraan umum yang bagus dan terjangkau yang biasa disebut dengan nama “BusWay”. Jadi diharapak kepada pemerintah dan warga jakarta untuk mengurangi kendaraan pribadi untuk terhindarnya macet yang berkepanjangan.




                  2. http://www.tugaskuliah.info/2009/10/makalah-lalulintas.html